Bergabung di Grup Info Loker Kami: >> Klik <<

Sistem COD Itu Gimana? Begini Penjelasannya !!

Sistem COD Itu Gimana? Begini Penjelasannya !!


Store.satupiston.com – Assalamu’alaikum. Kembali lagi pada artikel kami. Kali ini kita akan membahas mengenai sistem COD.

 

Sistem COD merupakan salah satu fitur yang banyak digemari untuk digunakan belakangan ini.

 

Yips, meski sistem COD ini sudah dikenal sebelum era 2020-an, namun nampaknya uforia COD di Indonesia baru terasa beberapa tahun terakhir.

 

COD sendiri kini banyak “diberikan” oleh marketplace-marketplace online sebut saja seperti Lazada, Shopee, hingga Tokopedia.

 

Ngomong-ngomong, buat kalian yang baru mengenal sistem jual beli secara online atau jual beli dengan sistem COD, mari kita bahas bersama mengenai COD dalam artikel ini.

 

Pengertian COD

COD merupakan singkatan dari Cash on Delivery atau bila kita terjemahkan artinya adalah bayar dalam pengiriman.

 

Maksudnya adalah kita diperbolehkan membayar barang ketika barang sudah sampai di tangan kita.

 

COD sendiri dinilai menguntungkan konsumen. Tetapi pada beberapa kasus, seperti konsumen yang iseng, maka COD ini banyak merugikan di sisi penjual dan juga pihak distributor (kurir dan sejenisnya).

 

Sistem COD

Kami senang jika membagi sistem COD ini dalam dua bagian yakni versi dulu dan versi sekarang.

 

Baca JugaApakah COD Melayani Kembalian ?? Bisa Gak Ya ???

 

COD versi dulu mungkin akan kita sebut sebagai “COD Konvensional”. Sedangkan COD versi sekarang akan kita sebagai “COD Digital” (bahasa lain mungkin akan lebih tepat).

 

1. Sistem COD Konvensional

COD sistem konvensional sangat menjamur kala Tokobagus, Berniaga, hingga Kaskus Jual Beli pada tahun 2012-an muncul ke permukaan.

 

Sistem COD konvensional sendiri merupakan sistem COD yang sederhana. Dimana tidak banyak pihak yang terlibat.

 

Sistem COD konvensional sendiri masih sering digunakan bagi pengguna Marketplace Facebook.

 

Singkatnya, sistem COD konvensional ini dipertemukan oleh situs atau aplikasi iklan baris seperti Facebook Marketplace, OLX, dan lain sebagainya.

 

Nantinya calon pembeli dan penjual akan saling berkomunikasi melalui telepon, SMS, WA, dan lain sebagainya.

 

Jika deal atau hanya untuk melihat-lihat, maka biasanya pembeli dan penjual akan bertemu di suatu tempat baik itu di tempat pembeli, tempat penjual, atau pun di tengah-tengah.

 

Jika deal saat bertemu, maka akan ada transaksi jual beli seperti pada umumnya. Yakni ada penyerahan uang dari pembeli ke penjual dan ada penyerahan barang dari penjual ke pembeli.

 

Pihak yang terlibat secara langsung pun hanya pembeli dan penjual atau ditambah dengan beberapa saksi (teman yang mengantar) jika ada.

 

2. Sistem COD Digital

Sistem COD digital di era pasar 4.0 terbilang tengah marak untuk sekarang ini. Bahkan kini sistem COD konvensional sudah mulai ditinggalkan karena sistem COD terbaru dinilai lebih praktis.

 

Sistem COD digital yang dilakukan di aplikasi online shop seperti Shopee, Lazada, hingga Tokopedia akan melibatkan lebih banyak pihak.

 

Sebut saja, calon pembeli akan masuk ke aplikasi marketplace untuk mencari barang. Jika cocok, maka calon pembeli akan membeli barang dari toko atau penjual di aplikasi marketplace online.

 

Di sana, penjual akan mengirimkan barang sesuai dengan kebijakan COD marketplace yang bersangkutan.

 

Barang pun dikirimkan melalui kurir yang sudah ditunjuk oleh pembeli atau oleh sistem marketplace.

 

Ketika barang sudah diserahkan oleh kurir ke pembeli, maka pembeli wajib memberikan sejumlah uang yang sudah ditentukan pada kurir.

 

Nantinay kurir akan menyetorkan uang tersebut ke counter atau kantor kurir dan dari kantor kurir akan menyetorkan lagi uang tersebut ke aplikasi marketplace.

 

Jika barang yang kita beli sudah oke dan tidak ada komplain, maka uang yang sebelumnya tertahan di sistem marketplace online akan diserahkan ke dompet digital atau rekening si penjual.

 

Dari sini, nampak bukan bahwa sistem COD digital lebih banyak “menggait” pihak seperti pembeli, penjual, kurir, dan marketplace online?

 

Ada beberapa kelebihan dari sistem COD digital ini yakni lebih praktis, relatif lebih efisien, serta lebih aman karena diawasi oleh marketplace online.

 

Baca JugaApakah Paket COD Bisa Dibatalkan?

 

Bagi penjual sendiri, sebenarnya sistem COD ini tidak jauh berbeda dengan menjual barang secara normal di aplikasi marketplace.

 

Oleh karenanya, biasanya yang mengalami “miss” adalah dari pihak konsumen. Bahkan beberapa waktu silam banyak kejadian kurir yang diancam oleh pembeli (konsumen) sehingga ada wacana jika sistem COD ini akan dihapuskan.

 

Baca JugaBagaimana Sistem COD Bagi Penjual? Begini Sob !!

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

 Info Loker Terbaru

Lihat lebih banyak info loker....

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Karena keterbatasan tim editor, mungkin akan ada banyak typo di artikel ini.
x