Di Sini atau Disini ??? Jangan Sampai Keliru !!


Store.satupiston.com – Assalamu’alaikum. Ada pembahasan cukup menarik yang mungkin belum semua orang tahu. Pembahasan tersebut adalah mengenai penulisan “di sini” atau “disini”. Wah, bagaimana ya yang tepat?

 

Ejaan dalam penulisan memang merupakan salah satu hal yang kadang dilupakan. Terlebih masalah penulisan “di” ini, seingat terlewatkan saat kami ada di jenjang SD hingga SMK.

 

Kami masuk SD pada tahun 2004 dan keluar SMK pada tahun 2015. Adapun kami baru tahu mengenai penulisan “di” saat kami masuk ke jenjang kuliah dan sekali lagi, penempatan “di” ini tidak diajarkan secara khusus.

 

Singkat cerita, kami penasaran kala kami disebut salah dalam menulis kata “dibawah” pada surat lamaran kerja.

 

Karena bingung, kami pun tanyakan hal tersebut pada dosen Indonesia kami yang tengah mengajar tersebut.

 

Setelah dijelaskan, betapa sedihnya kami bahwa selama ini kami “buta” literasi. Namun, kabar baiknya adalah dosen kami memaklumi hal tersebut.

 

Sekedar informasi, dosen kami sudah cukup berumur dan merupakan seorang nenek. Namun yang membuat kami kagum adalah beliau sangat up to date mengenai ejaan dalam bahasa Indonesia (benar-benar menghayati pekerjaannya).

 

Jadi menurut dosen kami, Indonesia sudah beberapa kali mengubah pedoman dalam penulisan (ejaan).

 

Mulai dari ejaan era Belanda, edjaan tempo doeloe, Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), hingga kini Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

 

Yang jadi masalah sekarang adalah banyak siswa atau mahasiswa yang kurang update sehingga menggunakan ejaan atau penulisan yang tidak sesuai dengan “zamannya”.

 

Jadi merupakan suatu kesalahan jika kita menggunakan edjaan tempo doeloe pada hari ini, sebab zamannya sudah tidak sesuai.

 

Sebenarnya banyak yang mengeluhkan, kenapa ejaan di Indonesia sering berubah-ubah. Namun kami rasa itu hal bagus dan wajar. Sebab bahasa Indonesia adalah bahasa yang tidak kaku dan terus berkembang.

 

Ngomong-ngomong, rasanya kita sudah cukup panjang dalam berbasa-basi. Kita kembali ke topik utama dalam pembahasan ini.

 

Di Sini atau Disini ???

Di Sini atau Disini ??? Jangan Sampai Keliru !!


Untuk menjawab penulisan di sini atau disini, kita harus sedikit membahas mengenai preposisi. Adapun menurut id.wikipedia.org, preposisi (Bahasa Latin: prae, "sebelum" dan ponere, "menempatkan, tempat") atau kata depan adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat dan biasanya diikuti oleh nomina atau pronomina. Preposisi bisa berbentuk kata, misalnya di dan untuk, atau gabungan kata, misalnya bersama atau sampai dengan.

 

Sebenarnya tanpa penulisan yang tepat, terkadang kita bisa memahami apa maksudnya. Namun untuk beberapa aktivitas formal seperti pembuatan surat lamaran kerja atau surat kedinasan lain, ejaan dan penulisan yang tepat menjadi sangat vital dan bisa menjadi salah satu poin penentu.

 

Adapun dari pemaparan yang sudah kita bahas, penulisan yang tepat adalah di sini dan bukan disini. Sekedar informasi, pisahkan “di” dan kata selanjutnya jika kita hendak menunjukan tempat (misal di Jakarta, di Bandung, di sana, di bawah, di atas, di dalam, di sini, dll). Sedangkan penggunaan “di” yang digabungkan dengan kata selanjutnya adalah jika “di” tidak menunjukan tempat (misal diresapi, dilirik, dilihat, dihantam, dll).

 

Hal ini juga berlaku untuk “ke”. Jadi ke Bandung dan ke Jakarta berbeda penulisannya dengan kelima (jika diubah ke angka akan jadi ke-5, strip di sini menandakan bahwa “ke” dan angka 5 adalah satu kesatuan).

 

Kenapa Ejaan Itu Penting?

Kami punya banyak pengalaman mengenai ejaan. Dari mulai melamar kerja hingga pembuatan surat untuk institusi.

 

Pada beberapa tempat, mungkin ejaan yang tidak tepat termasuk typo masih dapat dimaklumi. Namun pada beberapa tempat lain, ejaan yang tidak tepat merupakan hal yang tidak termaafkan.

 

Contohnya saat kita membuat surat rujukan penelitian ke bank, membuat surat rujukan ke kantor desa, atau membuat surat lamaran kerja.

 

Sekedar informasi tambahan, jika kita adalah lulusan baru yang minim pengalaman, maka salah satu hal yang jadi nilai tambah adalah penggunaan kata dalam surat lamaran yang formal, enak dibaca, dan juga penggunaan ejaan yang tepat.

 

Artikel ini kami cukupkan sampai di sini, akhir kata semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

Wassalamu’alaikum.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel